Jakarta — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) transportasi yang kompeten dan profesional.
Langkah tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang melibatkan 552 pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta 31 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDMP. Kegiatan berlangsung secara hybrid di Jakarta, Selasa (7/4).
Kepala BPSDMP, Suharto, menegaskan bahwa penguatan SDM transportasi merupakan bagian strategis dari agenda pembangunan nasional. Menurutnya, kebutuhan SDM tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap transformasi digital dan inovasi.
“SDM transportasi harus mampu mendukung sistem yang efisien, efektif, dan berkelanjutan, khususnya di tingkat daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas pembangunan transportasi daerah sangat ditentukan oleh perencanaan, operasional, dan pengawasan yang ditopang SDM profesional berbasis kebutuhan.
Dalam forum tersebut, BPSDMP juga menyoroti pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pola pembibitan, termasuk penyerapan lulusan sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD, Avi Mukti Amin, menyampaikan bahwa pihaknya turut mensosialisasikan kebijakan terbaru pengembangan SDM aparatur, termasuk regulasi dari Kementerian PANRB.
Selain itu, BPSDMP menggelar coaching clinic penyusunan dokumen kerja sama serta verifikasi kebutuhan daerah untuk pemetaan formasi taruna. Hingga April 2026, tercatat 108 pemerintah daerah telah menjalin kerja sama aktif.
Melalui sinergi ini, pemerintah menargetkan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah guna meningkatkan kualitas layanan transportasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.










